Langkah-langkah Install Linux Mint Dualboot Windows



ChemDy - Berikut ini adalah tutorial installasi Linux Mint Dualboot dengan Windows. Tutorial ini tidak hanya berlaku untuk Linux Mint, tetapi juga dapat digunakan untuk distribusi GNU/Linux Ubuntu dan turunannya seperti ElementaryOS, ZorinOS, dll. Tutorial ini dibuat di laptop dengan Basic MBR disk (bukan GPT) dan bukan dalam UEFI.

1. Siapkan laptop yang telah ada Windowsnya.

Siapkan flashdisk minimal 2 GB free (untuk media installasi, atau bisa juga menggunakan DVD).
Unduh file iso Linux Mint (atau Ubuntu maupun turunannya).

2. Sediakan free space hardisk yang nanti akan digunakan untuk Linux Mint.

Buka “Disk Management”, klik kanan pada partisi yang ada kemudian klik “Shrink Volume”. Saya sarankan minimal 20480 MB (15 GB untuk Installasi Linux Mint dan 4096 MB untuk Swap Area).

3. Buat media installasi Linux Mint (DVD atau USB Bootable). Teman-teman bisa menggunakan aplikasi Universal Netboot Installer (Unetbootin), LinuxLive USB Creator (LiLi), Rufus, atau yang lain. Saya menggunakan Unetbootin. Setelah proses selesai, langsung saja pilih Reboot tanpa mencabut flashdisk/DVD bootable-nya.


4. Atur Boot Priority-nya (Flashdisk/DVD sebelum hardisk) pada BIOS.
Jika teman-teman tidak tahu caranya, pada saat PC/laptop pertama kalinya dan muncul merk laptop/PC teman-teman tekan tombol F2, F10, Fn + F2 atau yang lain sesuai dengan tipe laptopnya. Jika tidak tahu tombol apa, silahkan cari di search engine (google, yahoo, bing atau yang lain sesuai selera). Kemudian cari Boot Priority dan atur. Jika flashdisk tidak terdeteksi, silahkan disable Fast Boot. Setelah selesai Save & Exit.



5. Setelah boot dari flashdisk/DVD, maka akan muncul Grub Unetbootin. Pilih “Start Linux Mint”.

6. Untuk memulai proses installasi, klik 2x pada “Install Linux Mint” di desktop.
7. Pilih “Bahasa” kemudian klik “Continue”.


8. Pada “Preparing to Install Linux Mint” klik “Continue” lagi.


9. Pada “Installation Type” pilih “Something Else”.


10. Klik pada “Free Space” kemudian klik tanda +.


Buat SWAP, namun jika RAM komputer sudah cukup besar tidak perlu membuat. Saya membuat 4096 MB (2x RAM) untuk “Swap Area”.


Sisanya digunakan untuk tempat filesystem Linux Mint. Gunakan Type “Logical”, Location “Beginning of this space”, Use as “Ext4 journaling file system” dan Mount point “/”.


Peringatan: Jika partisi tidak terbaca jangan lanjutkan proses installasi. Cara mengatasi masalah ini dibahas pada tutorial Mengatasi Partisi Hardisk yang tidak Terbaca di Linux

11. Klik centang pada partisi dengan type “Ext4” tadi kemudian klik “Install Now”.

12. Pilih Lokasi: Jakarta.


13. Pilih Keyboard Layout: English (US).

14. Isikan Nama, Nama Komputer, Username, dan Password.

15. Tunggu proses installasi selesai.

16. Setelah selesai, reboot. Jika muncul tampilan “Grub” maka installasi berhasil dengan baik.


Jika Grub tidak muncul dan langsung boot ke Windows, langkah selanjutnya adalah memperbaiki grub yang kemungkinan tidak terinstall dengan baik. Baca Cara Memperbaiki Grub yang Hilang.

Setelah installasi berhasil, langkah selanjutnya adalah melakukan 11 hal yang perlu dilakukan setelah installasi Linux Mint.
Previous
Next Post »